Thursday, August 28, 2014

Ini Dia Mazda MX-5 Edisi ke-25 Tahun


Hiroshima -Mazda Motor Corporation (MMC) memutuskan untuk memperkenalkan ikon roadster Mazda MX-5 edisi ke-25 di New York Auto Show. Di ajang tersebut, Mazda MX-5 yang dikenal dengan sebutan Miata menjadi edisi yang spesial karena model itu merupakan edisi ke-25 tahun.

Dalam situs resmi Mazda dikatakan, MX-5 akan menggunakan sasis terbaru SKYACTIV dan bakal diterapkan di generasi MX-5 kedepannya.

Seperti diketahui bersama Mazda MX-5 secara konsisten menawarkan kelebihan dari mobil sport yang ringan dan telah memiliki penggemar berbagai negara, budaya, dan digandrungi berbagai usia.

Tercatat lebih dari 940,000 unit Mazda MX-5 Miata telah diproduksi sejak hari kelahirannya.

"Konsep MX-5 sangatlah sederhana, hanya menawarkan kegembiraan murni dari sebuah mobil sport ringan yang bisa dikendalikan dengan baik oleh si pengendara," ujar Mazda Chairman, Takashi Yamanouchi.

Menjawab respon akan peningkatan keselamatan yang ramah lingkungan, dan selama 25 tahun kami perkenalkan hari kami melanjutkan perubahan," tambahnya.

Dikatakan mesin dan chassis terbaru yang akan dipamerkan menjadi sebuah teknologi terbaru dari SKYACTIV.

Dimana generasi Mazda MX-5 berikutnya dikatakan akan lebih kompak dengan posisi mesin lebih berada diporos tengah dengan pusat gravitasi yang rendah. Sehingga bisa mengurangi beban hingga 100 kilogram dari generasi sebelumnya.
 
 sumber: detikoto

Mazda6 di Indonesa Bebas dari Recall

Jakarta -Setelah sempat di-recall akibat fitur i-ELOOP, kini produsen mobil asal Jepang itu terpaksa harus menarik kembali Mazda6 yang beredar di Amerika karena mengalami masalah pada tangki bahan bakarnya. Sedikitnya ada 19.000 unit Mazda6 yang harus ditarik.

Bagaimana dengan Mazda6 yang dijual untuk pasar otomotif nasional, apakah ikut terkena recall seperti beberapa waktu lalu?

Menanggapi hal itu, Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Astrid Ariani Wijana, menjelaskan recall Mazda6 itu hanya terjadi untuk pasar Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Sedangkan untuk Mazda6 di Indonesia sama sekali tidak terpengaruh.

"Recall ini tidak berpengaruh di Indonesia karena fuel tank Mazda6 untuk negara-negara lainnya memiliki system dan desain yang berbeda. Jadi spesifik hanya di unit yg dipasarkan untuk market North America," beber Astrid kepada detikOto, Rabu (7/5/2014).

Astrid menambahkan, pengguna Mazda6 terutama yang sudah menggunakan Skyactiv di Indonesia tidak perlu khawatir, sebab masalah recall yang terjadi di AS tidak berdampak pada Mazda6 yang ada di pasar otomotif nasional.

"Yang di AS sama yang untuk Indonesia itu produksinya dibedakan sehingga ada beberapa part yang berbeda, khususnya untuk tangki bahan bakarnya," pungkasnya.

sumber : detikoto

Penopang Penjualan Mazda di Indonesia

Cikarang -Sejak pertama kali Mazda menginjakan kakinya di pasar otomotif nasional, penjualannya terus merangkak naik. Meski jualannya tidak sebanyak pabrikan mobil Jepang yang lainnya, tapi Mazda cukup kuat dan diterima oleh masyarakat Indonesia dengan berbagai produk unggulannya.

Menurut Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Astrid Ariani Wijana, pihaknya akan tetap percaya bisa besar dan bertahan di pasar otomotif nasional. Banyak produk Mazda yang diterima masyarakat luas.

"Kita punya CX-5, Mazda2 dan Mazda6 yang penjualannya cukup bagus di Indonesia. Kita masih percaya ketiga model itu bisa mendongkrak penjualan Mazda di Indonesia," kata wanita yang akrab disapa Astrid di sela-sela pembukaan diler Mazda di Cikarang, Rabu (14/5/2014).

Astrid melanjutkan, untuk Mazda2 meski Mazda global tengah menyiapkan model terbarunya, penjualan Mazda2 yang ada saat ini tetap baik. Bahkan MMI tidak memiliki rencana untuk menghentikan penjualan Mazda2 di Indonesia.

"Untuk stok kita tidak bisa bicara yang jelas kami belum mau menghentikan penjualannya dan penjualannya juga masih sangat bagus," tuntasnya.

sumber: detikoto

Wednesday, August 27, 2014

Mazda CX-3 untuk Tahun Depan

Hiroshima -Mazda semakin menarik setelah dikabarkan tengah mempersiapkan jagoan barunya yaitu Mazda CX-3. Adik dari Mazda CX-5 sebagai crossover entry level akan siap masuk pasar otomotif tahun depan.

Mazda CX-3 akan bersaing dengan Ford EcoSport dan Nissan Juke yang menyasar kalangan anak muda berjiwa spory.

Mengutip indianautosblog, Selasa (10/6/2014), small crossover itu menggunakan mesin 1.5 liter bensin dan belakangan dikabarkan tersedia mesin turbocharged diesel untuk Mazda CX-3.

Dengan mengandalkan 2 mesin berbeda itu, Mazda merasa lebih mapan untuk bersaing menghadapi ganasnya pasar otomotif dunia. Nah, nantinya mesin-mesin itu bakal disandingkan dengan transmisi 6 percepatan manual dan otomatis.

Belum ada konfirmasi dari pihak Mazda apakah mobil terbaruya itu sudah mengandung teknologi Skyactiv yang selama ini menaikkan derajat Mazda di industri otomotif. Skyactiv yang dimaksud meliputi, mesin, transmisi, suspensi dan rangka.

Tersiar kabar jika Mazda sudah menggelontorkan dana sampai US$ 80 njuta untuk mengembangkan beberapa produk baru termasuk menghadirkan Mazda CX-3.

sumber: detikoto

Meski Kaki Diangkat, Mobil Ini Bisa Ngerem Sendiri!


Mazda6 memiliki fitur yang bernama Smart City Brake Support (SCBS). Fitur ini adalah pengereman otomatis yang bisa mencegah tabrakan. Lalu bagaimana cara kerja sistem tersebut?

Dalam acara Liventure Journey, Mazda memamerkan dan memberikan kesempatan kepada awak media untuk mengujinya. Beruntung detikOto diberikan kesempatan oleh Mazda.

Saat menguji fitur itu, detikOto disuruh duduk dengan posisi yang tidak lazim yakni kedua kaki dinaikkan ke atas. Gunanya agar tidak menginjak pedal rem.

Setelah itu, mobil langsung berjalan kurang lebih dengan kecepatan di bawah 30 km/jam. Di depannya sudah ada penghalang yang akan menjadi target.

Mobil mulai meluncur perlahan tanpa harus digas dan ketika sampai di target mobil dengan otomatis mengerem. Jarak dari depan mobil ke target sekitar 10-20 cm. Tapi setelah mobil mengerem otomatis kita harus langsung menginjak rem atau menarik rem tangan.

Product Planning and Marketing PT MMI, Ari Tristianto Wibowo, mengatakan ada beberapa syarat yang membuat fitur tersebut aktif, diantaranya kecepatan 4 sampai 30 km/jam, stir mendekati lurus, dan SCBD tidak dimatikan karena fitur ini bisa dimatikan.

"Fitur ini bisa juga dimatikan, kalau mau dimatikan ada di menu option," kata Ari.

Selain itu, yang membuat fitur ini bekerja adalah obyeknya juga harus terlihat atau bisa memantulkan cahaya kepada mobil dan lebih cenderung logam.

"Kalau logam lebih mudah mendeteksi," pungkas Ari.

sumber: detikoto

Meski Jalanan Gelap, 'Mata' Mobil Ini Tetap Tajam

Surabaya -Selama di perjalanan, sejumlah awak media otomotif nasional yang diajak oleh Mazda untuk merasakan dan mengetahui fitur-fitur canggih di mobil generasi ke-6, banyak jalan menarik yang dilewati. Tapi, lebih seru lagi ketika berkendara di malam hari.

Di hari pertama dan kedua, detikOto selalu berkendara sampai malam. Apalagi di hari pertama ketika melewati daerah Tawangmangu, selain jalan yang berkelok-kelok juga sangat gelap sekali.

Saat itu detikOto berkendara kurang lebih pukul 20.00 WIB, jalanan di kawasan tersebut benar-benar gelap gulita. Bahkan salah seorang awak media yang 1 tim dengan detikOto sempat berkata, bagaimana ini jalanan gelap, turunan, tanjakan pula.

Tapi akhirny, pertanyaan besar itu berhasil terpecahkan karena saat berkendara di jalan yang gelap gulita, mobil Mazda generasi ke-6 yakni Mazda6 dan CX-5 'matanya' tetap awas dan tatapannya tetap tajam.

Lalu apa yang membuat mobil bisa seperti itu?

Ternyata seluruh awak media termasuk detikOto ketika berkendara di Mazda generasi ke-6 ini dibantu oleh fitur High Beam Control (HBC) yang secara otomatis mengubah posisi lampu dekat dan jauh untuk mengindari gangguan pandangan dari para pengendara yang datang dari arah berlawanan.

Selain itu, ada juga fitur Adaptive Front-Lighting System (AFS) yang memungkinkan arah lampu menyorot tikungan dengan cara memprediksi sudut tikungan sesuai input dari setir dan kecepatan
Ada juga fitur i-ACTIVSENSE dengan Lane Departure Warning System (LDWS) yang memberikan suara peringatan bila ada perpindahan jalur tanpa disadari oleh pengemudi di atas kecepatan 60 km/jam.

Di hari kedua juga demikian, detikOto juga berkendara di malam hari. Bedanya, hari kedua berkendara di dalam kota yang lalu lintasnya cukup padat.

Tapi fitur-fitur tersebut juga tetap berfungsi dengan baik, malah memudahkan berkendara ketika malam hari yang pencahayaannya yang minim.

"Fitur-fitur tersebut mampu membuat pengalaman berkendara yang oke. Karena selain yang pastinya aman, Anda juga akan terasa fun saat berkendara baik di siang atau di malam hari," kata Product Planning and Marketing PT Mazda Motor Indonesia (MMI), Ari Tristianto Wibowo di sela-sela acara Mazda Liventure Journey di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/6/2014).




sumber: detikoto

Foto Teaser Mazda MX-5 Model Anyar

Tokyo -Dalam hitungan beberapa pekan lagi, Mazda akan merilis secara serentak generasi teranyar Mazda MX-5 Miata di 3 lokasi yakni Jepang, Amerika dan Eropa.

Hingga kini Mazda masih menutup rapat mobil sport terbaru Mazda MX-5. Kendati demikian, model anyar dari Mazda MX-5, terutama yang prototipenya terus terungkap dan tidak bisa dibendung.

Situs otomotif Prancis merilis foto teaser MX-5 yang terlihat garis desainnya meski ditutupi oleh cover mobil.

Meski desainnya masih mirip dengan MX-5 model sebelumnya, desain baru bisa dilihat terutama pada penutup bagasi.

Sementara dari Jepang, seorang warga mengaku melihat foto MX-5 tengah dites di jalanan. Bokong mobil itu terlihat jelas meski ditutupi kamuflase hitam-putih.

Sudah penasaran dengan MX-5 terbaru? Tenang tunggu kelahirannya 3 September mendatang.


sumber: detikoto

Mazda Siapkan Penerus dari CX-7

Tokyo -Mungkin Anda masih ingat dengan Mazda CX-7?Rumornya, Mazda sedang merencanakan untuk memperkenalkan penerus dari CX-7. Rencananya, produsen mobil asal Jepang itu akan memperkenalkannya dalam beberapa tahun lagi.

Informasi ini belum mendapatkan keterangan resmi dari Mazda. Tapi beberapa situs berita otomotif di luar sana sudah mulai memberitakan hal ini. Demikian dilansir Inautonews, Rabu (13/8/2014).

Tapi menurut sumber, penerus CX-7 itu akan dibuat dengan kabin yang bisa menampung 7 orang penumpang seperti Mitsubishi Outlander atau Nissan X-Trail.

Berbagai spekulasi mengenai kehadiran juga bermunculan. Kabarnya lagi penerus CX-7 akan diluncurkan setelah Mazda mengungkapkan CX-9 Model terbaru pada tahun 2016 mendatang.

Untuk diketahui bersama, Mazda CX-7 ini telah diproduksi pada tahun 2006 hingga 2012. Penjualannya telah dihentikan pada tahun 2012 lalu. Perakitannya itu sendiri telah dilakukan di pabrik Mazda yang berada di Hiroshima, Jepang.

Mazda CX-7 itu sendiri hadir dengan mesin berpenggerak roda depan dan memiliki 3 pilihan mesin.

Di Indonesia itu sendiri, Mazda CX-7 pernah menjadi primadona. Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Astrid Ariani Wijana, mengatakan pertama kali diluncurkan pada tahun 2007 lalu, CX-7 mendapatkan perhatian khusus di mata masyarakat Indonesia.

Tapi karena tidak diproduksi lagi secara global maka terpaksa penjualannya dihentikan.

"Permintaan pasarnya di Indonesia tinggi sekali, bahkan pada saat itu sempat menjadi primadona," kata Astrid kepada detikOto di sela-sela pembukaan diler Mazda di Cikarang beberapa waktu lalu.

sumber: detikoto

Apa Arti Nama Mazda?

Hiroshima -Produsen mobil Jepang, Mazda sudah berumur hampir 100 tahun. Dengan kiprah yang terbentang sekian lama itu, Mazda memiliki beberapa kenangan manis. Namun jika menilik ke asalnya, apa sebenarnya arti nama Mazda?

Nama Mazda ternyata mengacu pada Dewa Zoroastrianisme Ahura Mazda, yang merupakan dewa kebijaksanaan, pertimbangan, dan keselarasan.

Nama ini dipilih untuk menciptakan perdamaian dunia dan dengan harapan untuk masa depan yang cerah dalam industri mobil.

Nama ini juga berasal dari nama akhir pendiri perusahaan ini, Jujiro Matsuda. Jadi sebenarnya orang Jepang menyebut Mazda ini bukan dengan Mazda tapi dengan Matsuda.

Menurut Executive Officer Mazda Motor Corp Hiroshi Inoue, simbol brand Mazda dengan logo 'M' diperkenalkan pada tahun 1997.

Simbol ini menggambarkan tanda M pada Mazda sebagai sepasang sayap yang melambung ke masa depan.

sumber: detikoto

Mobil Balap Mazda6 Tanda Kesuksesan Mazda

Hiroshima -Mobil kebanggaan Mazda yang berlaga di Rolex Grand-Am GX Race di Atlanta, Amerika Serikat yakni Mazda6 menyapa seluruh pengunjung Mazda Museum di Hiroshima, Jepang.

Mobil ini diakui Mazda sebagai pembuktian Mazda di dunia balap dan juga sebagai mobil untuk pengembangan teknologi mesin Mazda secara terus-menerus menembus batasan.

23 tahun silam, kemenangan Mazda 787B di balap ketahanan 24 Hours of Le Mans sempat melambungkan nama Mazda di jajaran pabrikan mobil terbaik dunia. Bermodal mesin rotary legendaris yang tertanam di mobil ini, Mazda menjadi satu-satunya pabrikan dari Jepang yang pernah memuncaki podium prestisius Le Mans, Perancis hingga kini.

Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai perusahaan ‘rotary’, kali ini Mazda berhasil tampil beda untuk kesekian kalinya. Mazda berusaha menembus batas dengan basis mesin SKYACTIV-D. Di tahun 2013 Mazda berhasil mewujudkan mobil balap yang pada penampilan keempatnya mampu menyita perhatian dengan menempati podium pertama dan ketiga Grand-Am GX Race di sirkuit Road Atlanta, Georgia, Amerika Serikat dengan mobil Grand-Am GX Mazda6 SKYACTIV-D Racing.

"Setelah menjadi satu-satunya tim yang pernah memenangi 24 Hours of Le Mans dengan mesin rotary, kini Mazda menjadi satu-satunya peserta yang menggunakan mesin diesel melalui SKYACTIV-D di ajang balap turing bergengsi seperti Grand-AM GX Race. Ini adalah momen yang amat bersejarah untuk dunia Mazda Motorsports karena kami sekali lagi membawa teknologi inovatif ke lintasan balap dan mendemonstrasikan performa, kualitas, durabilitas dan reabilitas dari brand kami," kata President Director PT Mazda Motor Indonesia, Keizo Okue.

"Setelah sekian tahun kami dikenal dan memegang kebanggaan sebagai ‘perusahaan mesin rotary’, untuk dapat berkompetisi dengan mesin generasi terbaru pada mobil baru adalah perasaan yang amat luar biasa!," ucapnya.

Lebih lanjut, Okue menambahkan, "Hal ini tentu makin memperlihatkan komitmen Mazda terhadap pengembangan teknologi mesin Mazda. Melalui Grand-Am GX Mazda6 SKYACTIV-D Racing kami akan terus mempromosikan keunggulan mesin SKYACTIV-D Clean Diesel Technology Mazda yang efisien sehingga lebih ramah lingkungan dan menyalakan perasaan bangga serta kenikmatan ketika berkendara dengan Mazda. Mobil ini juga merupakan langkah besar dalam mewujudkan cita-cita kami dalam menggunakan teknologi SKYACTIV untuk dunia motorsport.

 Walaupun menggunakan lebih dari 60 persen mesin dan 250 suku cadang versi produksi massal yang juga tertanam di Mazda6 terbaru, jantung empat silinder SKYACTIV-D 2.2liter turbo yang tertanam dari kolaborasi ribuan jam insinyur Mazda Motor Corporation dan Mazda North American Operations, California pada Grand-Am GX Mazda6 SKYACTIV-D Racing ini mampu menggelontorkan 400 daya kuda di 5000rpm dan torsi maksimum 445lb-ft di 3600rpm. Untuk meredam tenaga yang cukup besar tersebut, Mazda berkolaborasi dengan produsen rem F1 Alcon untuk menyematkan brake-kit 355mm monoblok 4 piston dan 328mm 4 piston di lingkar roda depan dan belakang.

Teknologi yang digunakan pada chassis dan suspensi Mazda6 Racing Car juga cukup inovatif. Penggunaan kombinasi chassis tubular hasil kolaborasi dengan SpeedSource, Florida dan penggunaan suspensi independen double wishbone menjadi salah satu contohnya. Selain itu, dengan bobot total 1111kg tentu makin membuat Grand-Am GX Mazda6 SKYACTIV-D Racing hadir sebagai kontestan yang cukup lincah dan disegani di lintasan balap.

Semburat eksterior yang masih sangat identik dengan Mazda6 versi jalan raya makin membuat Mazda6 Racing Car menonjol dibanding para peserta lain. Optimalisasi filosofi desain KODO yang digunakan pada mobil ini juga turut menyumbang downforce yang dibutuhkan untuk membuatnya tetap kompetitif.

Grand-Am GX Mazda6 SKYACTIV-D Racing sendiri telah membuat eksistensi Mazda di dunia Motorsport kembali diperhitungkan khususnya di benua Amerika melalui inisiasi Mazda North American Operations yang berbasis di California. Dengan optimalisasi elemen kunci SKYACTIV dan tekad kuat untuk terus menghadirkan mobil balap yang kompetitif membuat Mazda secara brand memiliki keunikannya sendiri.

"Kami akan terus berusaha memberikan produk-produk terbaik untuk Zoom-Zoom lovers di seluruh dunia, khususnya untuk para pecinta Mazda di tanah air. Dengan paduan 3 elemen kunci Mazda; SKYACTIV Technology, KODO, dan i-ACTIVSENSE di seluruh produk generasi keenam, Mazda berusaha memberikan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan sehingga pengemudi mobil Mazda akan merasa lebih hidup," tutup Okue.


sumber: detikoto

Tuesday, August 26, 2014

Mazda 'Adu' Mazda2 dengan Honda Jazz

Hokkaido -Ada yang menarik saat wartawan Indonesia melakukan test drive Mazda2 di Sirkuit Internasional Tokachi, Hokkaido di Jepang. Mazda Jepang mengadu kehandalan mobil hatchback terbarunya itu dengan sebuah Honda Fit!

Komparasi semacam ini mungkin jarang di Indonesia dilakukan oleh produsen mobil, mungkin mereka menganggap hal ini tabu. Tetapi tidak dengan Mazda.

Mazda sepertinya ingin memperlihatkan perbedaan antara kedua mobil dan menunjukkan kehandalan Mazda2 dibanding pesaingnya. Sayangnya model Honda Fit yang ditunjukkan adalah model lama dan bukan model yang baru.

Kedua mobil itu disandingkan di depan sirkuit, masing-masing wartawan diminta untuk mengendarai dulu Honda Jazz, kemudian baru mencoba Mazda2 model terbaru.

Mobil dibawa ke jalur yang sama di sirkuit dengan beberapa belokan.


sumber:detikoto

'Memilih Mobil Sama Seperti Memilih Pakaian dan Sepatu'



Hokkaido -Bagi Mazda membeli mobil hampir sama saat ketika membeli pakaian. Mobil harus memiliki selera tersendiri yang berbeda dari mobil pesaingnya, sehingga akan dipilih konsumen.

"Sama seperti memilih pakaian dan sepasang sepatu, saya ingin menawarkan kesempatan bagi para pelanggan untuk membeli kendaraan yang sesuai dengan gaya hidup mereka," ujar Chief Designer Mazda Motor Corp Ryo Yanagisawa kepada wartawan termasuk wartawan detikOto di Sirkuit Internasional Tokachi Speedway, Ibihiro, Hokkaido, Jepang.

Saat mendesain Mazda2 dirinya menolak untuk berkompromi dalam hal desain, kalau mobil hatchback itu harus seperti ini atau seperti itu.

"Kami ingin mengubah pemahaman-pemahaman konvensional tentang kelas ini dengan memberikan kendaraan yang tak tertandingi dan berkualitas," ujarnya.

Hasilnya, lanjut Yanagisawa adalah mobil yang membuat Anda senang pada pandangan pertama, dan semakin Anda menggunakannya, maka semakin besar pula rasa kesukaan Anda terhadap mobil ini.

"Salah satu harapan saya adalah mobil ini dapat membuat para pelanggan senyum dan mewarnai hidup mereka," tutupnya.

Menjajal Performa Mazda2 di Sirkuit


1. Eksterior
Pada eksteriornya, Mazda ingin mengubah Mazda2 menjadi sebuah mobil yang berisi potongan-potongan baja yang 'hidup'.

Jika membandingkan dengan mobil-mobil lain di segmennya, mobil ini dirancang untuk bisa menembus kecepatan tinggi.

Kaca depan lebih tegak, dan pilar A telah ditarik kembali ke posisi kabin di atas bagian belakang rangka mobil. Menurut perancang mobilnya, Chief Designer Mazda Motor Corp Ryo Yanagisawa, Mazda2 dirancang untuk pelepasan energi yang terkonsentrasi.

Jadi bagian bahu mobil yang terangkat tinggi dan fender belakang yang mengembung memperlihatkan akumulasi energi berpusat di sekitar ban belakang.

"Energi terpendam ini dilepaskan dalam bentuk ledakan pada saat maju. Inilah yang kita sebut dengan pouncing motion. Hal ini diperlihatkan oleh garis yang mengalir dari kap mobil dan garis karakter terkekang ini," ujarnya.

Jadi dari eksteriornya, mobil ini seakan-akan siap menerkam aspal untuk berlari kencang. Lampu depannya sudah mengusung lampu LED yang juga terinspirasi dari Cheetah.

sumber: detikoto


mazda biante

mazda biante
biante